5 Jenis Penyakit Ginjal yang Berbahaya

Penyakit Ginjal

Ginjal merupakan organ vital tubuh yang terdiri dari dua buah organ seperti kacang merah yang terletak di bawah tulang rusuk pada kedua sisi bagian punggung. Fungsi dari ginjal yaitu menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, asam darah dalam tubuh serta cairan; menghasilkan eritropoetin yang memiliki fungsi membentuk sel darah merah; menyaring limbah pada tubuh sepperti obatbatan, zat kimia serta makanan di dalam darah; dan menghasilkan senyawa aktif vitamin D agar kesehatan tulang terjaga.

Saat fungsi ginjal Anda terganggu, maka berbagai limbah tubuh dan juga cairan akan menumpuk sehinga terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki diserta rasa lemas, muntah, mual dan juga sesak napas. Jika Anda memiliki penyakt diabetes, riwayat penyakit ginjal dalam keluarga dan hipertensi, Anda juga mudah terserang resiko penyakit ginjal.

Sakit ginjal terdapat beberapa jenisnya, yaitu :

1. Batu ginjal

Batu ginjal disebabkan karena usrin terlalu pekat sehingga mineral dan garam membentuk kristal. Garam dan mineral harusnya disaring oleh ginjal, namun malah mengeras membentuk batu ginjal.

2. Infeksi ginjal

Komplikasi infeksi saluran kemih menjadikan bakteri dari kandung kemih menyebar naik hingga ke kedua atau salah satu ginjal Anda, maka hal ini dapat enyebabkan infeksi pada ginjal.

3. Gagal ginjal akut

Ketika ginjal tak dapat berfungsi dengan bai maka disebut gagal ginjal akut. Hal ini tentu sangat berbahaya sebab di dalam tubu akan terjadi penumpukan zat kimia dan garam sehingga fungsi organ tubuh yang lainnya menjadi terganggu.

4. Penyakit ginjal polikistik

Penyakit ginjal polikistik termasuk jenis penyakit tidak ganas, hanya saja menurunkan fungsi ginjal Anda. Tak hanya pada ginjal, kista dpada ginjal polikistik juga dapat muncul di organ tubuh yang lainnya. Penyakit kista yang berkelompok di ginjal ini, merupakan penyakit keturunan.

5. Ginjal Kronis

Jika Anda merasa gejala mual, sesak napas dan kelelahan, bisa jadi gejala dari penyakit ginjal kronis. Penyakit ini menurunkan fungsi ginjal hingga 3 bulan, hanya saja pasien di stadiun 1-3 tidak merasakan, hingga akhirnya telah mencapai stadiun lanjutan.

Untuk mendeteksi adanya gangguan pada ginjal, umumnya dokter melakukan beberapa diagnosis yaitu tes urin, tes darah dan pemindaian. Tes urine untuk mengetahui kadar albumin yang ada pada urin. Albumin merupakan protein yang harus ada di dalam darah, apabila terkandung albumin di dalam urin maka ginjal tidak berfungsi dengan baik dan kadar albumin di dalam darah menurun.

Selain itu, untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih serta kuman yang menyebabkan infeksi dilekukan analisis dan kultur kuman.Selanjutnya tes darah. Saat ginjal menalami kerusakan, ginjal tak dapat berfungsi untuk membuang kreatinin dari darah. Kreatinin merupakan zat yang berasal dari jaringan otot. Tes darah dilekukan juga untuk mengetahui GFR atau laju filtrasi glomerulus pada pasien. Hal tersebut selain dapat dilihat dari fungsi ginjal, juga dari Hb yang turun sebab produksi sel darah merah yang menurun.

Sakit ginjal juga dapat diperiksa dengan pemindaian atau USG ginjal, yaitu untuk melihat kemungkinan adanya penyakit ginjal polikistik atau batu ginjal. Nah itu tadi beberapa gejala dan juga cara mendeteksi penyakit ginjal dalam tubuh. Untuk mencegah adanya penyakit ginjal, sebaiknya banyaklah minum air putih dna juga berolahraga. Hindari juga penyakit diabetes dan hipertensi yang mampu menyebabkan penyakit ginjal muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *