Mengenal Penebalan Dinding Rahim dan Cara Mengatasinya

penebalan-dinding-rahim

Alodokterku.com – Salah satu kondisi abnormal yang bisa dialami setiap wanita adalah penebalan dinding Rahim.

Ciri ciri utama seorang wanita mengalami penebalan pada dinding rahimnya seperti sering merasakan pendarahan yang tidak wajar, dan bahkan saat sedang tidak menstruasi.

Tetapi menebalnya dinding rahim ini tidak selalu berarti menjadi gejala kanker rahim.

Disebut prenacerous jika adanya pertumbuhan sel tidak normal yang disebut atypia.

Lalu sebenarnya apa yang menjadi penyebab dinding rahim mengalami penebalan?

Berikut dibawah ini beberapa faktor resiko penyebab penebalan dinding rahim seperti diantaranya :

1. Hormon Tidak Seimbang

Salah satu penyebab menebalnya dinding rahim yang paling umum adalah terlalu banyaknya hormone estrogen dan justru sangat sedikitnya hormone progesterone.

Konsekuensinya adalah bisa terjadinya pertumbuhan sel dengan jumlahnya yang tidak wajar.

Ketidakseimbangan hormon ini bisa terjadi saat seorang wanita berada pada fase menopause, pra menopause, sedang menjalanu terapi pengganti hormon, tidak subur, hingga obesitas.

2. Usia

Tidak hanya ketidakseimbangan hormon saja, karena usia juga berkontribusi menjadi penyebabnya menebalnya dinding rahim.

Didalam hal ini, mereka para wanita berusia diatas 35 tahun akan beresiko tinggi mengalaminya.

Selain itu faktor resiko lainnya adalah mendapatkan haid pertama kali diusia sangat muda.

Baca juga: Berikut Ini Beberapa Aplikasi Kalkulator Kehamilan Online

3. Kelebihan Berat Badan

Salah satu faktor lain yang bisa menyebabkan menebalnya dinding rahim juga adalah karena kelebihan berat badan atau obesitas.

Wanita yang memiliki berat badan berlebihan beresiko 2,5 kali lebih besar untuk mengalami gangguan pada rahimnya.

Saat menghubungkan masalah menebalnya dinding rahim dengan kehamilan, pastinya sangat erat kaitannya.

Akan melekatnya embrio yang terbentuk dari proses ovulasi pada dinding rahim, artinya ini menjadi bagian penting didalam terjadinya sebuah kehamilan.

Memang dinding rahim ini bisa menebal hingga sekitar 13 mm dari ukuran normal sekitar 3 mm saat terjadinya proses ovulasi.

Tetapi saat dinding rahim memiliki ketebalan hingga mencapai 15 mm, maka membuat embrio sulit melekatkan dirinya pada dinding rahim.

Itulah yang menjadi alasan saat seorang wanita diduga mengalami penebalan pada dinding rahimnya, dokter akan melihatnya melalui USG.

Pemeriksaan tersebut tidak akan menimbulkan rasa sakit dan bisa memberikan gambaran didalam rahim.

Penebalan pada dinding rahim ini sebenarnya bisa mereda dengan sendirinya meski tidak dilakukan perawatan.

Tetapi untuk kasus tertentu diperlukannya tindakan seperti terapi hormonal.

Jenis terapi yang satu ini bisa dilakukan untuk mengatasi menebalnya dinding rahim.

Para penderitanya biasanya akan diberikan bentuk sintetis dari hormone progesterone yaitu progestin dalam bentul pil ataupun suntik.

Tindakan kedua yang bisa dilakukan untuk mengatasi menebalnya dinding rahim adalah dengan melakukan biopsi.

Prosedur biopsi ini sama saja dengan saat melakukan pemeriksaan pap smear berkala, prosedur biopsi ini sangatlah cepat dan bahkan untuk melakukannya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit.

Untuk melakukan prosedur biopsi endometrium ini, nantinya dokter akan mengambil sample kecil pada dinding rahim.

Setelah itu sampel tersebut akan diteliti untuk bisa menemukan apakah ada pertumbuhan sel yang abnormal.

Langkah selanjutnya adalah dengan pengangkatan rahim atau istilah lainnya itu hiterektomi.

Tindakan pengangkatan rahim ini biasanya akan diambil saat menebalnya dinding rahim ini beresiko tinggi menyebabkan kanker.

Diambilnya keputusan ini tidaklah main main karena saat diangkatnya rahim, maka ini berarti seorang wanita sudah tidak akan bisa hamil lagi.

Tetapi pada beberapa kasus, menebalnya dinding rahim ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Penyakit Campak Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *